IP ADDRESS DAN SUBNETTING

 

IP ADDRESS DAN SUBNETTING

       I.            ALAMAT IP VERSI 4

·         Pengertian

Alamat IP versi 4 (atau IPv4) adalah versi keempat dari Protokol Internet (IP). Ini adalah salah satu protokol inti dari metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 adalah versi pertama yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada tahun 1983. IPv4 masih merutekan sebagian besar lalu lintas Internet saat ini, meskipun penerapan protokol penerus, IPv6 sedang berlangsung. IPv4 dijelaskan dalam publikasi IETF RFC 791 (September 1981), menggantikan definisi sebelumnya (RFC 760, Januari 1980).

 

IPv4 menggunakan ruang alamat 32-bit yang menyediakan 4,294,967,296 (232) alamat unik, tetapi blok besar digunakan untuk metode jaringan khusus. IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.

·         Representase Alamat

 

Ø  Network Identifier/NETID

Sering disebut juga Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jarigan dimana host berada.

Ø  Host Identifier/HOSTID

Sering disebut Host Address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa work station, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TC/IP di dalam jaringan.

Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address.

·         Jenis-jenis Alamat

Ø  Alamat Unicast, merupakan alamat IPV4 yang ditentukan untuk sebuah antar muka jaringan yang yang dihubungkan ke sebuah NETWORK IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

Ø  Alamat Broadcast, merupakan alamat yang di desain agar di proses oleh setiap node ip dalam segmen jaringan yang sama. Alamat Broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone

Ø  Alamat Multicast merupakan alamat IPV4 yang di desain agar di proses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat Multicast digunakan untuk komunikasi One-to-Many

 

·         Kelas-kelas IPV4

Berdasarkan kelasnya, IPv4 dapat dikelompokkan menjadi 5 kelas, yaitu:

 

Ø  Kelas A (1–126) alamat ini digunakan dalam skala besar.

Format yang digunakan: 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas A mempunyai Bit pertama dengan nilai : 0. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas A adalah : 8 bit. Alamat IP kelas A memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 24 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas A adalah : 0 s/d 127

Rangkaian Range IP Pada kelas A bisa di contohkan seperti berikut ini : 1.165.2.5 sampai 126.139.0.7. Kelas A mempunyai Jumlah IP sebanyak: 16.777.214 IP address pada stiap bagiannya pada kelas A

Ø  Kelas B (128–191) digunakan skala besar maupun menengah

Format yang digunakan: 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas B mempunyai Bit pertama dengan nilai : 10. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas B adalah : 16 bit. Alamat IP kelas B memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 16 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas A adalah : 128 s/d 191

Rangkaian Range IP Pada kelas B bisa di contohkan seperti berikut ini : 128.130.3.2 sampai 191.145.5.4. Kelas A mempunyai Jumlah IP sebanyak: 65.535 IP address pada stiap bagiannya pada kelas B

Ø  Kelas C (192-223) jaringan skala kecil

Format yang digunakan: 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas C mempunyai 3 Bit pertama dengan nilai : 110. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas C adalah : 24 bit. Alamat IP kelas C memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 8 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas C adalah : 192 s/d 223

Rangkaian Range IP Pada kelas C bisa di contohkan seperti berikut ini : 192.168.2.15 sampai 223.168.5.9. Kelas C mempunyai Jumlah IP sebanyak: 254 IP address pada stiap bagiannya pada kelas C

Ø  Kelas D (224-239) multicast

Pada IP Address yang memiliki tipe kelas D ini, tujuan awalnya memang diperuntukkan pada multicasting, kelas ini juga tidak lagi dilakukan pembahasan mengenai masalah netid dan hostidnya. pada kelas D ini memiliki jumlah pada 4 bit pertamanya dengan nilai 1110, jadi sudah bisa ditafsirkan jika byte pertama pada kelas D ini berkisar pada angka 224 s/d 247 4. Bit Pertama yang dimiliki kelas D adalah : 1110

Jumlah Range yang dimiliki kelas D ini dimulai dengan nilai : 224 – 247

Ø  Kelas E (240-255) reservasi, biasanya digunakan untuk eksperiment

 

    II.            SUBNETTING

·         Pengertian Subnetting

Subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuat network menjadi beberapa network yang lebih kecil, atau Subnetting merupakan sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.

·         Tujuan Subnetting

Tujuan dari subnetting yaitu sebagai berikut :

Ø  Untuk mengefisienkan pengalamatan jaringan misalnya untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita ingin menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 = 244 alamat yang tidak terpakai.

Ø  Dapat membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan artikata membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Ø  Untuk mengatasi masalah perbedaan antara hardware dengan topologi fisik jaringan.

Ø  Untuk membuat lebih efisien alokasi Ip address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan ip adderss.

Ø  Untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyak host dalam suatu jaringan.

Ø  Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang di gunakan dalam suatu network

 

·         Subnet Table class A

 


·         Subnet Table class B

 


 

·         Subnet Table class C

 


·         Range Host Address



 

 


 

 

 

 III.            Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4

https://humbel.id/2019/08/pengertian-dan-pembagian-kelas-ip-address/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Performansi Jaringan Komputer